Kenapa proyek Shopify sering over budget?

 Kenapa Proyek Shopify Sering Jebol Budget



Banyak merchant mikir Shopify itu tinggal pakai dan langsung jalan. Dan memang, sampai titik tertentu, iya. Tapi toko yang benar-benar profesional itu punya banyak lapisan. Ada desain, development, apps, integrasi, konten, sampai testing. Semua lapisan ini pelan-pelan bikin biaya proyek Shopify naik dan sering kali lewat dari budget awal. Di bawah ini gue jelasin penyebabnya satu per satu.

1. Mulai Tanpa Scope yang Jelas

Kasus proyek Shopify jebol budget itu seringnya sudah dimulai bahkan sebelum development jalan. Akar masalahnya hampir selalu perencanaan yang setengah-setengah. Banyak merchant datang dengan gambaran kabur kayak, “Gue mau website Shopify yang modern,” tanpa benar-benar duduk dan nentuin fitur, integrasi, atau fungsi apa saja yang dibutuhkan toko mereka.

Begitu proyek jalan tanpa scope yang jelas, biasanya muncul kebutuhan baru di tengah jalan, seperti:

Setiap permintaan baru berarti nambah waktu development, QA, dan kemungkinan bongkar ulang. Tanpa scope yang jelas dari awal, mustahil bikin estimasi budget yang akurat. Bahkan perubahan kecil pun kalau numpuk, ujung-ujungnya bikin biaya proyek Shopify melonjak jauh.

Intinya, saat mulai proyek Shopify, semua aspek fungsi dan tampilan toko online lu harus sudah dipetakan dengan jelas.

2. Meremehkan Fitur yang Dikira “Sederhana”

Apa yang kelihatannya cuma tweak kecil di mata merchant, sering kali punya kompleksitas tersembunyi. Modifikasi ringan, integrasi app, atau inventory multi-lokasi memang terdengar gampang, tapi di sisi developer harus mempertimbangkan banyak hal, seperti:

  • Batasan dan kompatibilitas theme
  • Integrasi dengan app pihak ketiga atau sistem ERP
  • Responsivitas mobile dan testing performa
  • Skalabilitas ke depannya

Kalau faktor-faktor ini nggak dihitung dari awal, fitur yang kelihatannya sepele bisa bikin waktu development membengkak dan otomatis bikin biaya proyek Shopify ikut naik.

3. Mengabaikan Biaya App dan Integrasi

Ekosistem app Shopify itu luas banget. Hampir semua kebutuhan toko online biasanya sudah ada app-nya. Tapi setiap app juga nambah lapisan kompleksitas.

Selain biaya langganan bulanan, integrasi app sering butuh:

  • Konfigurasi custom atau coding biar sesuai alur bisnis lu
  • Penyelesaian konflik antar app atau antara app dan theme

Banyak merchant cuma nganggarkan biaya development inti, lupa kalau setup, integrasi, dan testing app itu juga makan waktu dan biaya. Misalnya, nambah app subscription buat produk langganan sering kali butuh setup tambahan biar nyambung dengan checkout dan sistem inventory.

Sebagai alternatif, sebenarnya lu masih bisa eksplor koleksi app gratis di Shopify buat nekan biaya.

4. Revisi Desain yang Terlalu Banyak

Salah satu sumber pembengkakan biaya yang sering kejadian adalah revisi desain. Karena desain itu subjektif dan selera bisa berubah, revisi hampir pasti terjadi. Tapi yang sering dilupain, setiap perubahan desain itu punya efek domino:

  • Ubah satu template halaman bisa berdampak ke puluhan template lain
  • Perubahan desain bisa ngaruh ke layout, performa, bahkan fungsi app

Iterasi desain yang terlalu banyak sering jadi penyebab utama proyek Shopify jebol budget, apalagi kalau merchant ngejar tampilan yang benar-benar “harus sempurna”.

5. Persiapan Konten yang Diremehkan

Konten itu bukan cuma deskripsi produk. Banyak merchant meremehkan effort buat nyiapin konten brand secara keseluruhan. Padahal, toko online biasanya butuh:

  • Copy produk, koleksi, blog, dan landing page yang SEO-friendly
  • Edit dan formatting gambar sesuai ukuran dan layout Shopify
  • Halaman About, FAQ, Policies, sampai customer support
  • Pengaturan konten multi-bahasa atau multi-currency kalau dibutuhkan

Masalahnya, kalau konten telat, developer dan tester bisa ke-pending. Timeline molor, biaya jalan terus, dan ujungnya proyek Shopify makin mahal.

6. Arsitektur dan CMS Tidak Selaras

Proyek Shopify gampang jebol budget kalau struktur toko nggak direncanakan dari awal. Kalau template, section, dan alur konten nggak sinkron, banyak kerjaan yang akhirnya harus diulang.

Masalah yang sering muncul misalnya:

  • Template harus dibangun ulang karena requirement berubah di tengah jalan
  • Metafield atau struktur konten belum disiapkan
  • App ditambah belakangan dan bentrok sama theme
  • Struktur produk atau koleksi nggak sesuai UX yang direncanakan

Tanpa arsitektur toko yang matang, rework hampir nggak bisa dihindari. Dan setiap rework langsung nambah biaya proyek Shopify dan biaya website secara keseluruhan.

7. Testing dan QA yang Diremehkan

Testing dan QA itu krusial, tapi sering jadi bagian yang paling diremehkan dalam perencanaan biaya. Walaupun toko kelihatannya sudah jadi, masalah biasanya baru muncul setelah produk asli, app, dan alur customer benar-benar diuji.

Masalah yang sering ketemu antara lain:

  • App saling bentrok atau saling menimpa fungsi
  • Layout rusak di device atau ukuran layar tertentu
  • Data produk atau customer ke-import dengan salah
  • Aturan checkout perlu disesuaikan dengan kondisi nyata
  • Kecepatan, aksesibilitas, atau responsivitas mobile di bawah ekspektasi

QA memang nambah jam kerja, tapi tanpa QA yang proper, masalahnya bakal lebih mahal kalau baru ketahuan setelah toko live. Ini salah satu alasan paling umum kenapa proyek Shopify jebol budget.

8. Timeline yang Terlalu Ngebut

Timeline mepet hampir selalu bikin biaya proyek Shopify naik. Kalau merchant pengin launch dalam dua sampai empat minggu, agency harus ngebut dengan cara yang sering kali nggak efisien.

Yang biasanya terjadi:

  • Banyak task ditumpuk atau dikerjain barengan, risiko error naik
  • Waktu QA dipotong, bug baru muncul setelah live
  • Keputusan diambil buru-buru, lalu dibatalin dan diulang
  • Fix pasca-launch makin banyak karena shortcut waktu build

Makin ngebut timeline-nya, makin besar kemungkinan budget jebol. Ini sudah hampir bisa diprediksi.

Akar Masalah Sebenarnya: Melewatkan Discovery Phase

Hampir di semua proyek yang jebol budget, ada satu benang merah yang sama. Discovery phase-nya dilewatin atau dikerjain asal-asalan.

Discovery phase itu tahap di mana seluruh proyek dipetakan dengan jelas sebelum desain dan development dimulai. Di sini scope, kebutuhan, tujuan, timeline, dan ekspektasi disepakati. Kalau tahap ini dilewatin, asumsi bakal menggantikan data, dan itu resep pasti buat budget kacau.

Discovery phase yang matang bisa mencegah pembengkakan biaya dengan cara:

  • Menentukan scope secara jelas
  • Memetakan fitur, integrasi, dan alur teknis
  • Merencanakan kebutuhan konten dari awal
  • Menetapkan arah desain biar revisi minim
  • Mengidentifikasi tantangan teknis sebelum jadi kejutan mahal

Tanpa discovery, kebutuhan baru dan perubahan bakal muncul di tengah jalan. Setiap perubahan itu nambah jam kerja, nambah delay, dan nambah biaya. Dengan discovery, lu punya peta lengkap dari awal sampai akhir, jadi risiko jebol budget jauh lebih kecil.

FAQ soal Biaya Proyek Shopify

1. Kenapa proyek Shopify sering jebol budget?

Al_toggle alasan terbesarnya adalah discovery phase dilewatin atau dikerjain terburu-buru. Tanpa perencanaan matang, masalah hampir pasti muncul di tengah jalan.

2. Apa itu discovery phase dan kenapa penting?

Discovery phase adalah tahap perencanaan di mana scope, fitur, integrasi, konten, desain, dan tantangan teknis ditentukan sebelum development mulai. Ini mencegah kejutan yang bikin biaya melonjak.

3. Kenapa fitur kecil dan integrasi app bisa mahal?

Karena di baliknya ada coding, penyesuaian theme, testing, dan maintenance. Hal-hal kecil yang diremehkan sering jadi pemicu utama naiknya biaya.

4. Gimana timeline ngebut ngaruh ke biaya proyek?

Timeline singkat bikin kerjaan dipercepat, jam developer naik, QA dipotong, dan risiko error membesar. Semua itu hampir selalu bikin biaya akhir lebih mahal.

Kesimpulan

Bikin toko Shopify itu sebenarnya nggak harus penuh kejutan mahal. Kebanyakan pembengkakan biaya terjadi karena proyek dimulai tanpa kejelasan dan persiapan matang. Itulah kenapa discovery phase itu krusial banget. Dengan investasi di discovery dan kerja bareng partner Shopify yang kompeten, lu bisa ngontrol biaya proyek, jaga timeline tetap rapi, dan yang paling penting, tetap sesuai budget.

Posting Komentar

0 Komentar