Sebelum Menghubungkan Google & YouTube ke Shopify: Hindari Pelanggaran Ini
Gue sudah terlalu sering lihat entrepreneur kena suspend akun Google bahkan sebelum iklan pertama mereka jalan. Bukan karena produknya jelek, tapi karena Google punya checklist tersembunyi yang kebanyakan orang nggak tahu, dan mereka nggak pernah jelasin dengan gamblang.
Ini faktanya. Google bisa nge-ban toko lu karena hal-hal yang kelihatannya normal di eCommerce. Tanpa peringatan. Tanpa masa tenggang. Cuma pesan samar “policy violation” yang bikin lu panik sendiri.
Di sini gue bakal jelasin apa saja yang harus lu beresin SEBELUM nyambungin aplikasi Google & YouTube ke toko Shopify lu. Ini bukan teori. Ini hal-hal nyata yang bikin akun tetap aman dan hidup.
Kenapa Google Nge-ban Toko Shopify dan Kenapa Terasanya Random
Google nggak peduli lu masih baru. Mereka juga nggak peduli toko lain ngelakuin hal yang sama. Sistem mereka jalan pakai scanner otomatis yang nyari trust signals. Kalau sinyal ini kurang, toko lu langsung dicap “high risk”.
Pelanggaran paling sering? Misrepresentation.
Ini istilah sapu jagat Google buat bilang, “Kami nggak yakin bisnis lu legit.” Isinya bisa apa saja. Dari info kontak yang nggak jelas, kebijakan pengiriman abu-abu, sampai toko lu kelihatan kayak dropshipper generik.
Langkah 1: Bangun Halaman Trust yang Lolos Scanner Google
Google baca halaman About, Contact, Shipping, dan Returns lu kayak auditor kepatuhan, bukan kayak calon pembeli. Kalau ada yang terasa samar, nggak konsisten, atau copy-paste, siap-siap kena flag.
Yang WAJIB lu lakukan
Halaman Contact harus ada:
- Nama bisnis yang konsisten di semua tempat
- Alamat email yang kelihatan jelas, bukan cuma form
- Nomor telepon. Ini berat banget bobotnya buat Google
- Alamat bisnis fisik
Halaman About harus jelasin:
- Lu siapa, bukan basa-basi “kami passionate”
- Lokasi bisnis lu
- Gimana pesanan diproses, jujur soal supplier atau partner
- Kenapa orang bisa percaya sama lu
Shipping & Returns harus jawab jelas:
- Kirim ke mana saja
- Waktu pengiriman, pisahin processing dan transit
- Ongkir siapa yang nanggung saat retur
- Refund balik ke metode pembayaran atau store credit
- Ada restocking fee atau nggak
- Syarat kondisi barang retur
- Perlu foto untuk klaim rusak atau cacat atau nggak
Yang JANGAN lu lakukan
- “Pengiriman cepat” tanpa angka
- “Return mudah” tanpa detail
- Nyembunyiin nomor telepon atau alamat
- Cuma pakai contact form
- Copy-paste template kebijakan generik
- Bahasa terlalu ramah tapi nggak spesifik
Tips penting: Kalau kebijakan lu kebaca kayak lagi pengen baik-baik saja, Google bacanya sebagai nggak jelas. Tegas dan spesifik.
Langkah 2: Masalah Alamat Bisnis dan Solusinya
Google wajib minta alamat bisnis fisik.
Kalau lu mikir, “Gue kerja dari rumah dan nggak mau alamat rumah kepublish,” tenang. Ini opsi yang beneran jalan.
Yang BOLEH
Opsi 1: Alamat bisnis terdaftar
- Daftarin usaha dan pakai alamat itu
- Bisa tetap alamat rumah, tapi statusnya alamat bisnis
Opsi 2: Virtual office
- Regus, Davinci Virtual, atau coworking lokal
- Biaya kisaran 20 sampai 100 dolar per bulan
- Dapet alamat valid dan mail forwarding
Opsi 3: UPS Store mailbox
- Tulis sebagai suite, bukan PO Box
- Contoh “Suite 456”, bukan “PMB 456”
Yang JANGAN
- PO Box
- Kolom alamat kosong
- Alamat palsu
- Lokasi cuma ditulis “Online Business”
- Alamat disembunyiin
Intinya sederhana. Google cuma mau alamat bisnis yang nyata dan bisa diverifikasi.
Langkah 3: Samain Product Feed dan Website 100 Persen
Google bandingin data di product feed dengan website lu yang live. Kalau beda sedikit saja, bisa kena flag.
Yang WAJIB dicek
- Harga di feed sama dengan di website
- Status stok sama
- Diskon punya tanggal akhir
- Ongkir sesuai kebijakan
- Judul dan deskripsi konsisten
Kalau lu dropshipping dan stok sering berubah, pause produk yang nggak stabil. Jangan iklanin barang yang lu nggak yakin bisa dipenuhi.
Yang JANGAN
- Harga beda antara Google dan website
- Iklan stok padahal kosong
- Ganti harga terlalu sering
- Countdown palsu
- Klaim stok terbatas yang nggak nyata
Langkah 4: Setel Shipping di Merchant Center Sebelum Sync
Jangan cuma connect aplikasi lalu berharap aman.
Yang HARUS
- Flat rate jelas atau free shipping dengan minimum
- Transit time realistis
- Processing time masuk akal
- Samain persis dengan halaman Shipping Policy
Yang JANGAN
- Biarkan shipping otomatis
- Klaim free shipping tanpa syarat jelas
- Janji 2 hari kalau kirim dari luar negeri
- Ganti ongkir setelah orang klik iklan
Langkah 5: Perbaiki Trust Signal Dropshipping
Google nggak anti dropshipping. Yang mereka ban itu dropshipping low trust.
Kalau lu dropship, lu harus nunjukin: “Ini bisnis nyata, bukan calo.”
Tambahin bagian How We Fulfill Orders atau Quality Promise di About page.
Contoh gaya aman:
“Kami bekerja sama dengan supplier dan warehouse terpercaya untuk memastikan pengiriman cepat dan konsisten. Semua pesanan ditangani langsung oleh tim kami, termasuk customer service dan retur.”
Pesannya ke Google jelas. Lu transparan. Lu bertanggung jawab.
Langkah 6: Verifikasi Website di Google Merchant Center
Banyak yang skip ini.
Yang WAJIB
- Login langsung ke Merchant Center
- Claim dan verify website
- Cocokin nama bisnis, alamat, dan telepon
- Set tax dan shipping
- Cek Diagnostics sebelum upload produk
Yang JANGAN
- Ngira aplikasi Shopify sudah ngurus semua
- Upload produk sebelum verifikasi
- Abaikan warning
Langkah 7: Hapus Bahasa Red Flag di Seluruh Website
Google scan semua halaman.
HAPUS SEKARANG
- Get rich quick
- Klaim kesehatan berlebihan
- Limited time palsu
- Before after tanpa disclaimer
- Countdown di semua produk
GANTI DENGAN
- Review asli
- Klaim faktual
- Disclaimer jelas
- Deskripsi produk berkualitas
Intinya: Google Suka Kejelasan, Bukan Gimmick
Strategi yang laku di TikTok atau Facebook bisa bikin lu kena ban di Google.
Google suka:
- Kebijakan jelas
- Data konsisten
- Bisnis transparan
Google benci:
- Hype
- Bahasa abu-abu
- Trust signal kurang
Lu cuma perlu 2 sampai 3 jam buat bikin toko lu Google-proof. Nggak seksi, tapi jauh lebih murah daripada appeal berulang kali.
Kalau Akun Lu Sudah Kena Suspend
- Jangan langsung submit ulang
- Beresin SEMUA masalah dulu
- Screenshot perubahan
- Ajukan review dengan penjelasan spesifik
Google suka:
“Saya menambahkan processing time 2–3 hari, transit time 5–7 hari, nomor telepon, dan alamat bisnis.”
Google benci:
“Maaf, saya janji lebih baik.”
Kadang, opsi paling aman adalah start fresh.
Akun baru. Merchant Center baru. Struktur bersih. Toko diperbaiki dulu, baru connect.
Penutup
Google itu bukan musuh lu. Mereka cuma kaku dan cerewet. Kalau lu main rapi, spesifik, dan transparan dari awal, lu nggak perlu ribut sama bot mereka lagi.
Kerjain sekali. Kerjain bener.
Abis itu, fokus jualan.

0 Komentar